IMPLEMENTASI MOBILE COMPUTING DALAM PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENGUKUR TINGKAT KECEMASAN KARYAWAN





















DISUSUN OLEH:

NAMA : RICHARD A DEPPASAU

NPM : 19114242

KELAS: 3KA07
 





Abstrak

Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat, seperti pengaksesan terhadap data atau informasi yang sangat cepat, efisein dan efektif. Selain itu informasi dapat diakses dimanapun, kapanpun, dengan perangkat mobile. Tahun 2007, sudah 70% atau 150 juta penduduk Indonesia sudahm menggunakan handphone seluler. Sedangkan 2010, perkembangan penggunaan handphone sudah menjadi 180 juta penduduk. Sehingga penyampaian informasi lebih cepat, efisien, efektif. Sama halnya dengan sistem informasi pada sistem pakar. Pengembangan sistem pakar dengan mobile, artinya dengan mobile, user dapat berkonsultasi dimanapun dan kapanpun untuk mengukur tingkat kecemasan seseorang. Implementasi mobile computing dalam pengembangan sistem pakar untuk mengukur tingat kecemasan, merupakan aplikasi konsultasi yang di jalankan pada handphone, dengan handphone user mendapatkan pengetahuan kecemasan, tingkat kecemasan, penyebab kecemasan, dan langkah-langkah untuk mengatasi rasa kecemasan.    



Pendahuluan

          Seiring dengan semakin berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka penggunaan komputer sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Komputer digunakan untuk memberikan informasi secara cepat dan efektif, baik dalam bidang pendidikan, kedokteran, pertanian, dan lain-lain. Pada awal diciptakan, komputer hanya digunakan untuk sebagai alat hitung. Sampai saat ini telah dikembangkan suatu ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan sebaik yang dilakukan manusia, yaitu Kecerdasan Buatan (Artificial Inteligence). Bidang–bidang teknik Kecerdasan Buatan yang popular saat ini adalah: Expert System (sistem pakar). Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), dan Robot (Robotics). Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau sering dikenal dengan istilah Information and Communication Technology (ICT), telah merambah berbagai bidang kehidupan tidak kerkecuali bidang pendidikan, bidang, usaha dan bidang kesehatan atau konsultasi tentang suatu diagnosa. Salah satu perkembangan ICT dalam bidang kumunikasi adalah mobile compuitn atau bisa juga disebut dengan device mobile. Dengan device mobile, user harus menggunakan handphone untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.  Dengan perkembangan penggunaan seluler, maka penyerapan informasi lebih mudah, cepat, efisein dan efiktif. Implementasi mobile computing dalam pengembangan sistem pakar untuk mengukur tingkat kecemasan, merupakan pengaplikasian mobile seluler terhadap penggunaan handphone untuk aplikasi sistem pakar, yaitu sistem pakar tentang untuk mengukur kesecamasan seseorang. Dengan handphone user dapat berkonsultasi, selayaknya user berkonsultasi dengan seorang pakar. Dengan handphone user akan mendapatkan pengetahuan kecemasan, pengetahuan tingkat kecemasan, penyebab kecemasan, dan langkahlangkah untuk mengatasi rasa cemas.



Ringkasan Jurnal

Mobile Computing  Merupakan kemampuan teknologi untuk menghadapi perpindahan/pergerakan manusia dalam penggunaan komputer secara praktis. Dari kalimat tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa mobile computing saat ini sangat dibutuhkan seperti yang sudah dijelaskan pada penduluan bahwa sudah 180 % penduduk Indonesia sudah menjadi pelanggan handphone. 

Peralatan Mobile a) GSM GSM kepanjangan dari Global System for Mobile Communication adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam (Handphone). Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia. b) CDMA CDMA kepanjangan dari Code division multiple access.  pengertian dari CDMA sendiri adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kodekode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan c) SmartPhone Seperti nama nya SmartPhone berarti Handphone pintar. Yang menjadikan nya beda terhadap handphone biasa dan PDA adalah: kemudahan dalam hal pengoperasian,   sistem operasi (OS),   desain fisik, kualitas audio,   masa pakai baterai.

Tinjauan Pustaka

Rifki Ali Abdul Hobir   (“Makalah wireless dan mobile computing”), mendeskripsikan perkembangan teknologi CDMA dan GSM dan  menganalisis Perbedaan GSM da CDMA.

Danijel REBOLJ, ALES MAGDIÄŒ, Nenad CU Babic  (“Mobile Computing - The Missing Link To Effective Construction IT”),  penulis makalah ini bahkan percaya bahwa mobile computing adalah teknologi kunci untuk TI terobosan dalam konstruksi. Pentingnya mobile computing tidak hanya dalam membawa informasi kepada eksternal terminal sistem informasi umum, atau dalam memiliki informasi ini dan daya komputasi yang tersedia di mana saja dan kapan saja, namun dalam beberapa kondisi baru yang penting: dalam ketersediaan permanen kunci proyek aktor dalam ruang virtual. Tentu saja keadaan ini tidak boleh disalahgunakan untuk manusia merugikan. Sebaliknya, komputer harus mengambil peran seorang asisten yang canggih dan secara otomatis proses informasi sebanyak mungkin.

Pembahasan

 Tabel Keputusan  Tebel Keputusan Merupakan suatu cara untuk mendokumentasikan pengetahuan. Semua pengetahuan yang didapat dari seorang pakar, akan tersimpan dalam tabel keputusan, dari gejala, tingkat kecemasan. Dengan tabel keputusan ini pengetahuan dari pakar dapat didokumentasikan, sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat di pakai kembali.   Dari tabel keputusan inilah nantinya akan dibuat sebuah pohon keputusan dan rule produksi.      Pohon Keputusan  Pohon keputusan merupakan untuk menganalisa masalah pengambilan keputusan, pementaan mengenail alternatifalternatif pemecahan masalah yang dapat diambil dari masalah tersebut. Dengan adanya pohong keputusan makan akan memperlihatkan faktor-faktor kemungkinan yang akan mempengaruhi alternatif  keputusan, disertai dengan estimasi hasil akhir yang akan didapat bila user mengambil alternatif keputusan tersebut. Berikut pohon keputusan untuk menentukan tikat kecemasan karyawan. 

Rule produksi merupakan suatu kaidah salah satu model untuk merepresntasikan pengetahuan. Dengan rule produksi akan menjadi acuan yang sangat sering digunakan dalam sistem inferensi (Aprilia Sulistyohati dan Taufig H, 2008). Rule produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan IF-THEN (jika maka). Perntayaan ini menghubungan bagian premis (IF) dan bagisn kesimpulan (THEN) yang dituliskan dalam bentuk:  IF [premis] THEN [konklusi] Berikut Rule Produksi:  1. If  Menghindar dengan objek yang ditakuti AND Merasa takut AND Sulit berpikir AND Emosi AND Sakit kepala AND Jantung berdebar-debar AND Berkeringat AND Gelisah AND Kurangnya konsentrasi AND Kehilangan minat dan kegembiraan THEN Kecemasan Panik 2. If  Menghindar dengan objek yang ditakuti AND Merasa takut AND Sulit berpikir AND Emosi AND Sakit kepala AND Kurangnya konsentrasi AND Kehilangan minat dan kegembiraan THEN Kecemasan Berat 3. If Sulit berpikir AND Emosi AND Sakit kepala AND Jantung berdebar-debar AND Berkeringat AND Gelisah AND Kurangnya konsentrasi THEN Kecemasan Sedang 4. If Kurangnya konsentrasi AND Kehilangan minat dan kegembiraan THEN Kecemasan Ringan.

Kesimpulan

Dengan banyak penggunaan mobile yang ada saat ini, maka pengembangan aplikasi berbasis mobile sangat memberikan kemudahan, kecepatan dan efisiensi serta efektif dalam memperoleh informasi. Seperti halnya dengan pemanfaatan mobile dalam aplikasi sistem pakar, sangat memberikan kemudahan kepada semua user untuk berkonsultasi, untuk mengetahui gejala, ciri,ciri dan penyebab serta solusi yang harus dia lakukan sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah yang dihadapi. 



Daftar Pustaka

Febri Nova Lenti, Ali Ibrahim, 2009., Pemrograman Deklaratif dengan visula prolog, Penerbit Graha Ilmu,      Yogyakarta. [2] Hartati, Sri, Sari Iswanti, 2008. Sistem Pakar dan      Pengembangannya. Graha Ilmu, Yogyakarta  [3] Ibrahim, Ali. 2010. Pengembangan Sistem Pakar Identifikasi Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa. Jurnal Generic Fasilkom Unsri, Volume 5, Nomor 2. [4] Ibrahim, Ali. 2010. Sistem Pemesanan Kamar Hotel Berbasis WAP. Jurnal Jurusan Sistem Informasi, Fasilkom Unsri, Volume 2, Nomor 2.  [5] Kusumadewi, Sri, 2003. Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta. [6] Tim Penerbit ANDI, 2003. Pengembangan Expert System Menggunakan Visual Basic. Penerbit ANDI, Yogyakarta. [7] Sarwoto, A. 2010. Jumlah pemakai Handphone. [On Line]. http://www.harianberita.com/jumlah-pemakaihandphone-di-indonesia.html [8] Ungkawa, Uung, 1992. Bahasa Pemrograman Logika Turbo Prolog. Penerbit ANDI, Yogyakarta. [9] Xuan F. Zha, 2007. Artificial Intelligence and Integrated Intelligenet Information System: Emerging Technologies and Applicationa, Idea Group Publishing, United States of America  [10] Sulistyohati, Aprilia, Taufig Hidayat, 2008. Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal dengan metode Dempster-Shafer. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) Yogyakarta, 21 Juni 2008













           




Komentar

Postingan Populer