sistem cerdas pada bidang kesehatan
ARTIKEL
SISTEM CERDAS
PADA
BIDANG KESEHATAN
DISUSUN
OLEH:
NAMA: RICHARD A DEPPASAU
NPM: 19114242
KELAS: 3KA07
Penerapan AI dalam
bidang kesehatan
Dewasa ini perkembangan komputer sangat pesat dan
dimaksimalkan untuk menggantikan beberapa peran dar manusia seperti menghitung,
memprediksi, mengenali masalah, menggambar atau bahkan menghibur.
Disamping peran-peran tersebut, ada satu peran penting
yang saat ini dicoba untuk digantikan oleh komputer, yaitu kecerdasan. Sebuah
film yang berjudul “Transformer” menggambarkan robot-robot yang cerdas yang
memiliki kemampuan untuk berpikir untuk mewujudkan keinginan mereka. Film
tersebut menunjukkan imajinasi manusia tentang robot cerdas.
Saat inipun para ilmuwan telah berhasil menciptakan robot
yang mendekati kecerdasan manusia. Robot ASIMO dari Jepang mampu menentukan
lokasi, mempelajari lingkungan sekitarnya dan bergerak ke sebuah lokasi.
Di bidang biometrik, komputer dapat dipakai untuk
mengenali wajah, sidik jari, retina mata dan lain-lain sehingga dapat dipakai
untuk mengidentifikasi pengguna (user) komputer atau dapat diaplikasikan di
bidang lain seperti bidang kesehatan.
Artificial intelligence atau kecerdasan buatan
didefinisikan sebagai cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan tingkah laku
cerdas, belajar dan beradaptasi pada sebuah mesin. Dengan demikian bidang ilmu
komputer merupakan dasar untuk membangun mesin cerdas.
2. Manfaat
Beberapa manfaat yang dapat diaplikasikan dari kecerdasan
buatan ini adalah :
a. Deduksi
Deduksi merupakan upaya penyelesaian masalah selangkah
demi selangkah dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan kombinasi yang
terjadi (kombinatorik). Bahkan saat ini dikembangkan mesin intuitif yang dapat
menyelesaikan masalah secara intuitif yang dapat dilakukan manusia.
b. Representasi Pengetahuan
Mesin cerdas memerlukan basis pengetahuan untuk
menyelesaikan masalah yang tersimpan dalam sebuah basis data (database).
Representasi pengetahuan ini berbentuk obyek, hubungan antar obyek, properti,
pengetahuan, situasi, kejadian, sebab akibat dan lain-lain.
c. Belajar
Mesin cerdas dimanfaatkan untuk mengenali perubahan pola
yang kompleks berdasarkan basis data dan membuat sebuah keputusan berdasarkan
data tersebut.
d. Natural Language Processing (NLP)
NLP merupakan mesin yang dapat membaca dan memahami
bahasa yang diucapkan manusia sehingga interaksi mesin cerdas dengan manusia
berjalan melalui interaksi yang lebih alami.
e. Gerakan dan Manipulasi
Saat ini sudah ada robot yang bisa menuruni tangga,
berjoget, berjalan mengatasi rintangan dan sebagainya.
f. Persepsi
Mesin cerdas mampu mengenali input audio visual seperti
suara, wajah dan lain-lain.
g. Kecerdasan Sosial
Emosi dan kemampuan sosialiasi juga menjadi topik penting
dalam pengembangan mesin cerdas. Sebelum berinteraksi mesin harus mengenali
emosi lawannya sehingga dapat memberikan respon emosi balasan.
B. Contoh implementasi AI dalam bidang kesehatan
1. Rekam Medik Elektronik (Electronic Medical Record/EMR
a. Penjelasan
Rekam medik merupakan basis data yang berisi berbagai catatan medis pasien di sebuah institusi pelayanan kesehatan. Pencatatan dan penyimpanan data pasien ini bertujuan agar dapat dimanfaatkan kembali atau untuk mengenali pola kesehatan pasien.
Rekam medik merupakan basis data yang berisi berbagai catatan medis pasien di sebuah institusi pelayanan kesehatan. Pencatatan dan penyimpanan data pasien ini bertujuan agar dapat dimanfaatkan kembali atau untuk mengenali pola kesehatan pasien.
Media rekam medik berkembang dari waktu ke waktu. Saat
ini rekam medik menggunakan kertas sebagai media penyimpanan. Tetapi kertas
memiliki banyak kelemahan seperti dalam akses data, tempat penyimpanan dan
keawetannya sehingga rekam medis berkembang dengan menggunakan media
elektronik.
Rekam medik elektronik menyimpan data elektronik dalam
berbagai media penyimpanan seperti harddisk, smartcard, flashdisk dan sebagainya,
bahkan ada juga yang disimpan dalam website tertentu.
b. Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Rekam Medis
Elektronik
Rekam medik memanfaatkan kelebihan komputer untuk
menginput, menyimpan, mengolah dan memanfaatkan data rekam medis seorang pasien
sehingga komputer diharapkan dapat melakukan diagnosis dan menentukan tindakan
medis untuk mengatasi masalah kesehatan pasien.
Penerapan kecerdasan buatan (dari komputer) untuk rekam
medik elektronik menggunakan teknik reasoning. Teknik reasoning memungkinkan
komputer mengambil sebuah keputusan berdasarkan pengetahuan (data) dan aturan
(rule) yang dimasukkan dan diproses dalam bentuk basis pengetahuan (knowledge
base). Kecerdasan komputer dapat ditingkatkan dengan memasukkan fakta atau rule
yang merupakan penemuan baru ke dalam knowledge base.
Sistem Pakar merupakan salah satu contoh penerapan
kecerdasan komputer dalam rekam medik elektronik. Sistem pakar mengalihkan
keahlian tenaga medis ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian
dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli.
sistem pakar adalah sistem perangkat lunak komputer yang
menggunakan ilmu, fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh
tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan.
Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian,
pengalaman, metode khusus serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam
memberi nasihat dan memecahkan masalah.
Pengalihan keahlian tenaga medis ke komputer dan ke tenaga medis lain
membutuhkan 4 aktivitas yaitu: tambahan pengetahuan (dari para ahli atau
sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan (ke komputer), inferensi
pengetahuan dan pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan di komputer
disebut sebagai basis pengetahuan (knowledge base) yaitu: fakta dan prosedur
(biasanya berupa aturan).
Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar
adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai
basis pengetahuan dan tersedia program yang mampu mengakses basis data maka
komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi (mengambil kesimpulan).
Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine)
dan setiap sub sistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu
fungsi sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Sistem pakar dalam rekam medik elektronik menggunakan
basis pengetahuan yang berasal dari para tenaga medis ahli dan digunakan untuk
mengambil sebuah keputusan kesehatan serta menentukan tindakan medis untuk
mengatasi masalah kesehatan yang dialami pasien. Selnjutnya setiap aktivitas
dalam penggunaan sistem pakar disimpan sebagai data elektronik dalam rekam
medik elektronik.
2. Kecerdasan buatan untuk analisis kondisi ginjal pasien
Pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan
untuk menganalisis dan memprediksi data keluaran renograf dual probe (BI-756)
telah dilakukan dengan baik. Renograf dual probe (BI-756) adalah perangkat
medis hasil rekayasa desain dan pabrikasi BATAN. Bantuan dokter ahli yang
berpengalaman sangat dibutuhkan untuk menganalisis kondisi ginjal pasien dengan
tepat. Karena keberadaan dokter ahli yang berpengalaman di bidang analisis
ginjal sangat terbatas, masalah ini bisa diatasi dengan menyediakan suatu
sistem perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan yang memiliki pengetahuan dan
analisis komprehensif dari dokter ahli yang berpengalaman. Tujuan penelitian
adalah mengembangkan perangkat lunak yang dapat menganalisis kondisi ginjal
pasien dengan tepat. Perangkat lunak yang dikembangkan mampu memprediksi
kondisi ginjal pasien dengan tepat. Data masukan perangkat lunak yang
dikembangkan adalah data keluaran digital dari renograf dual probe (BI-756).
Perangkat lunak telah diujikan terhadap data pasien yang sesungguhnya dan
kemampuan identifikasi 98 % diperoleh dari 618 data uji. Hasil ini menunjukkan
bahwa perangkat lunak memiliki kemampuan baik dimana hanya dilatih dengan 6
data saja.



Komentar
Posting Komentar